Senin, 21 Maret 2016
ARTIKEL GURU ; PENTINGNYA PENDIDIKAN BERBASIS ISLAM
PENTINGNYA PENDIDIKAN BERBASIS ISLAM
OLEH : ISLACHUL IMAM, S.Pd.I
Lembaga pendidikan
yang berbasis agama Islam kini sangat diminati dan menjadi pilihan favorit para
orang tua di
Indonesia untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam. Dikarenakan sekolah
Islam mempunyai program pendidikan yang mengacu pada pembinaan akhlak terhadap
siswa serta guru-guru yang mampu menampilkan kepribadian yang baik bagi
siswa-siswanya dan bisa dijadikan contoh karena perilaku religiusitas guru
disekolah Islam cenderung bagus.
Namun itu tidak terjadi di kabupaten Magelang, karena dikabupaten
Magelang sekolah berbasis Islam atau madrasah belum ada yang menjadi pilihan
favorit di kabupaten Magelang.
Hal itu terjadi karena pandangan masyarakat tentang sekolah Islam
mungkin masih sama dengan sekolah biasa. Namun yang terjadi saat ini peran
pendidikan belum mampu membentuk peserta didik yang memiliki akhlakul karimah. Misalnya dari segi
perilaku siswa yang kurang mencerminkan nilai-nilai atau tatanan yang berlaku
di Islam, siswa sering berkata kotor, suka membolos, kurang disiplin dan masih
banyak lagi yang berkaitan dengan perilaku siswa di sekolah. Bahkan dalam beberapa peristiwa budaya nyontek itu terjadi di madrasah dan
itu termasuk sebuah pelanggaran yang termasuk dalam akhlak madzmumah (Rindang,
2012: 4). Hal ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh sifat anak, tetapi banyak
faktor yang mempengaruhi peserta didik untuk berperilaku sebagaimana tersebut,
antara lain dapat dikarenakan oleh teman sejawat, lingkungan dan dari pendidik
pun memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk akhlak peserta didik. Hal tersebut dikarenakan karena
peserta didik suka mencontoh pribadi guru dalam membentuk pribadinya. Semua itu
menunjukkan bahwa kepribadian guru sangat dibutuhkan oleh peserta didik dalam
proses pembentukan pribadinya. Artinya guru memiliki tugas dan tanggung jawab
yang besar terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut
untuk menguasai ilmu yang diajarkan namun juga dituntut untuk menampilkan
kepribadian dan keagamaan yang mampu menjadi
tujuan dari pendidikan Islam. Salah
satu tujuan pendidikan Islam ialah mengembangkan manusia yang baik, yaitu
manusia yang beribadah dan tunduk kepada Allah serta mensucikan diri dari dosa
(Aly, 2003: 152).
Makna
tersebut terkandung di dalam firman Allah sebagai berikut:
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ
آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
“Sebagaimana (Kami
telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul
di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu
dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan
kepada kamu apa yang belum kamu ketahui” (Depag RI, 1971: 38).
Pendidik di
sebuah lembaga pendidikan persekolahan disebut dengan guru, yang meliputi guru
madrasah atau sekolah sejak dari taman kanak-kanak, sekolah menengah, dan
sampai dosen-dosen di perguruan tinggi, kyai di pondok pesantren dan lain
sebagainya. Namun
guru bukan hanya menerima amanat dari orang tua untuk mendidik, melainkan juga
dari setiap orang yang memerlukan bantuan untuk mendidiknya (Ramayulis
,2008: 60).
Langganan:
Komentar (Atom)
